kencing nanah pada wanita

Penyebab, Gejala dan pencegahan kencing nanah pada Wanita

Penyakit kencing nanah ini disebabkan oleh kuman yang bernama Neisseria gonorrhoeae dan kuman ini akan menimbulkan infeksi atau radang pada bagian-bagian tubuh tertentu seperti pada lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum atau anggota tubuh lain yang bukan merupakan organ reproduksi seperti tenggorokan dan mata.

Biasanya penyakit Kencing nanah ini menular lewat hubungan seks, tetapi penyakit ini dapat juga menular melalui media lain.
Kebersihan dan cara hidup juga harus dijaga oleh penderita penyakit kencing nanah terutama pada bagian kelamin.

Gejala- gejala kencing nanah
Berikut dibawah ini adalah gejala yang terjadi pada wanita, antara lain:

1. Sering buang air kecil dan merasa sakit
2. Merasa gatal pada daerah anus disertai munculnya pendarahan
3. Cairan vagina yang berlebihan
4. Pendarahan pada vagina yang tidak wajar saat sedang berhubungan intim dan saat haid datang
5. Vagina mengalami rasa gatal
6. Perut bagian bawah terasa sakit
7. Haid tidak lancar
8. Pada pembukaan vagina mengalami bengkak dan nyeri
9. Terasa sakit saat melakukan hubungan intim
10. Sakit pada tenggorokan dan mata

Tips Pencegahan Penyakit Kencing Nanah
Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan ini dibawah ini, berarti anda sudah mengurangi risiko tertular penyakit kencing nanah

• Jangan melakukan hubungan yang tidak sehat
• Bertanggung jawablah.
• Gunakan kondom
• Jaga kebersihan alat vital
• Jaga kebersihan pakaian dalam
• Jangan sering- sering menggunakan toilet umum
• Merawat rambut yang tumbuh di sekitar alat kelamin
• Menjaga alat kelamin tetap hangat dan steril, Gunakan pantyliner
• Usahakan ganti pembalut setiap 4-5 jam sekali agar tetap sehat.
• Hindari Celana ketat
• Jangan melakukan hubungan intim selama masa pengobatan dan hindari hubungan intim dulu agar pasangan anda tidak tertular.
• Menjaga pola makanan, Selama masa pengobatan anda harus mengkonsumsi makanan yang lebih sehat seperti sayur- sayuran dan buah- buahan
• tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol.
• Istirahat yang cukup: Dalam masa pengobatan, Anda diminta jangan sampai terlalu capek, harus banyak istirahat dan harus tetap menjaga kesehatan.
• Bersihkan setiap ada nanah yang keluar dengan menggunakan tisu
• Membersihkan alat vital dengan memakai antiseptik
• Cuci celana dalam secara terpisah dan sebelumnya rendam dulu dengan air panas kira kira 5menit
Inilah makanan yang disarankan untuk penderita penyakit kencing nanah
• Hindari semua jenis Daging, terutama daging kambing dan babi,
• Ikan,
• Telor,
• mentimun,
• kol

Demikian ulasan mengenai penyebab penyakit kencing nanah. Bila anda sudah terinfeksi atau memiliki resiko tinggi tertular penyakit gonore, segera periksa atau kunjungi Klinik Gracia Utama untuk mendapatkan perawatan yang ditangani oleh tim medis yang sudah sangat berpengalaman dengan fasilitas berteknologi modern. Semoga bermanfaat.

cara ampuh mencegah kanker payudara

3 Cara Deteksi Dini, Cara Ampuh Mencegah Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang cukup ditakuti oleh para wanita. Bahkan seorang artis Indonesia, Renita Sukardi menghembuskan nafas terakhirnya akibat mengidap kanker payudara. Ia meninggal setelah kanker payudara yang ia derita sudah mencapai stadium 3.

Tentunya kepergian Renita akibat kanker membuat banyak masyarakat yang takut. Kanker payudara jika dibiarkan tanpa mendapatkan pengobatan yang baik dapat membuat seseorang meninggal. Sebelumnya pada tahun 2014 Renita Sukardi memang sudah menjalani operasi pengangkatan kanker pada 2014.

Namun di tahun 2015 kankernya semakin menjalar ke seluruh tubuh. Hingga pada April 2016, Renita di vonis menderita kanker payudara stadium 3B. Kanker yang sudah memasuki stadium 3 adalah kanker yang cukup berbahaya. Bagaimana agar kita dapat mengenali kanker payudara sejak dini untuk terhindar.

Ciri-Ciri Kanker Payudara yang Harus Di Waspadai Wanita
– Adanya benjolan pada salah satu payudara
– Tidak ada rasa sakit dari benjolan tersebut
– Benjolan terasa cukup keras
– Sering terjadi perubahan pada warna kulit
– Putting terasa sakit
– Muncul benjolan pada ketiak

Ciri-ciri tersebut menjadi tanda awal munculnya kanker payudara. Tapi tidak semua benjolan yang ada pada payudara seorang wanita dapat dikatakan sebagai kanker, bahwa hanya 20 persen benjolan pada payudara yang menyebabkan kanker. Sebagian besar kanker payudara terjadi karena hormone.

Ada baiknya, ketika anda sudah menemukan benjolan yang aneh pada payudara, mungkin hal tersebut dapat dikatakan sebagai salah satu tumor penyebab kanker. Dan sebaiknya anda melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebab benjolan tersebut.

Penyebab Kanker Payudara
Kanker payudara disebabkan oleh tumbuhnya jaringan abnormal disekitar payudara. Jaringan tersebut akan membentuk sel-sel tumor. Bisa menjadi sel tumor yang jinak maupun ganas. Untuk kanker payudara sendiri, penyebabnya secara pasti belum diketahui. Dimana setiap penderita mengalami penyebab dan kondisi yang berbeda-beda.

Namun, beberapa ahli percaya bahwa kanker payudara bisa muncul akibat dari faktor genetik. Apabila anda memiliki orang tua yang memiliki kanker payudara, maka anda pun bisa terancam kanker tersebut. Sama dengan yang dialami oleh Renita Sukardi, kanker payudara yang ia idap merupakan turunan dari ibunya.

Mendeteksi Kanker Dengan Cara Sederhana
Ada cara mudah untuk mendeteksi kanker payudara, seperti yang disampaikan oleh dokter spesialis onkologi, Doddy Permadi.

Pertama
Coba berdiri didepan cermin, dengan mengangkat tangan dan membusungkan dada. Lalu membungkuk, dan biarkan payudara seperti mengantung. Perhatikan, apakah ada perbedaan bentuk atau timbul benjolan pada payudara anda.

Kedua
Angkat tangan, ketika mengangkat tangan otot dada pun akan naik. Sehingga akan terlihat apakah timbul sebuah benjolan atau tidak. Benjolan akan tampak secara kasat mata.

Ketiga
Melakukan pemeriksaan dalam posisi tidur. Angkat satu tangan, lalu raba payudara apakah ada benjolan atau tidak.
Jumlah Pengidap Kanker Payudara di Indonesia

Menurut data Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) kanker payudara menjadi kanker yang menimbulkan kematian cukup tinggi. Kematian pada kakner payudara mencapai angka 21,5 setiap 100 ribu penduduk. Di Indonesia, jumlah penderita kanker payudara mencapai angka 61 ribu. Para penderita baru melakukan pemeriksaan setelah memasuki stadium lanjut kanker.

Pencegahan Kanker Payudara
Kanker payudara dapat dicegah, apabila sudah melakukan pemeriksaan sejak dini. Pemeriksaan dini menjadi dasar awal untuk melihat perkembangan kanker. Bahkan angka harapan hidup penderita kanker payudara yang memasuki stadium 0 hingga satu hampir mencapai 100 %.

Sementara untuk stadium 2 bisa mencapai 93 persen, stadium tiga 72 persen. Sementara jika stadium empat cukup kecil yakni mencapai 22 persen. Dengan harapan hidup yang masih cukup tinggi pada stadium awal, penderita kanker payudara masih ada harapan hidup yang besar ketika sudah di vonis mengalami kanker.

Kanker payudara juga bisa dicegah dengan pola hidup sehat, dengan menghindari mengkonsumsi makanan berlemak, menjaga berat badan, selalu berolahraga, dan tidak mengkonsumsi alkohol. Selain itu, sebuah penelitian menunjukan kanker payudara bisa sembuh bagi wanita yang menyusui.

kehamilan ektopik

Hal-Hal Penting Tentang Kehamilan Ektopik

Hal-Hal Penting Tentang Kehamilan Ektopik

Kehamilan akan terjadi ketika sel telur dibuahi sel sperma. Dan normalnya sel telur yang sudah dibuahi akan menetap pada tuba fallopi selama sekitar 3 hari, sebelum akhirnya dilepaskan ke rahim.

Di dalam rahim nanti, sel telur akan terus berkembang sampai persalinan. Namun terdapat kemungkinan yang bisa membuat sel telur yang sudah dibuahi dapat menempel di organ lain selain rahim. Hal tersebut dinamakan kehamilan ektopik.

Organ lain yang biasanya sering ditempeli sel telur tersebut. Organ lain yang juga bisa menjadi tempat berkembangnya kehamilan ektopik adalah rongga perut, ovarium, dan juga leher rahim atau serviks.

Penyebab Kehamilan Ektopik
Penyebab kehamilan ektopik yang paling umum adalah karena kerusakan pada tuba fallopi akibat peradangan atau inflamasi. Kerusakan tersebut akan membuat terhalangnya sel telur yang sudah dibuahi untuk masuk ke dalam rahim, sehingga menempel dalam tuba fallopi tersebut ataupun organ lain.

Selain itu, ketidakseimbangan hormon ataupun keabnormalan perkembangan sel telur yang telah dibuahi juga bisa menjadi pemicu terjadinya kehamilan ektopik.

Faktor Resiko Kehamilan Ektopik

  • Pemilihan alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi spiral atau intrauterine device (IUD) digunakan guna mencegah kehamilan. Namun kehamilan bisa tetap terjadi, dan kemungkinan besar merupakan kehamilan ektopik.
  • Pernah mengalami kehamilan ektopik. Wanita yang sudah pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya akan lebih berisiko tinggi untuk kembali mengalaminya.
  • Menderita infeksi atau inflamasi. Jika Anda pernah mengalami inflamasi pada tuba fallopi ataupun penyakit radang panggul yang diakibatkan penyakit menular seksual seperti misalnya klamidia ataupun gonore, maka akan berisiko lebih tinggi untuk mengalami kehamilan ektopik ini.
  • Pengobatan untuk masalah kesuburan.
  • Proses sterilisasi atau sebaliknya. Proses pengikatan tuba ataupun pembukaan ikatan tuba yang kurang sempurna bisa menjadi salah satu faktor resiko kehamilan ektopik.

Gejala Kehamilan Ektopik
Kehamilan ektopik awalnya cenderung tanpa gejala, karena memiliki tanda yang sama seperti kehamilan biasanya, sampai muncul gejala lain yang menandakan kehamilan ektopik, seperti:

  • Sakit perut bagian bawah, dan terjadi pada satu sisi saja
    • Nyeri tulang panggul
    • Pendarahan ringan pada vagina
    • Pusing dan lemas
    • Mual juga muntah yang dibarengi dengan nyeri
    • Nyeri di bahu
    • Sakit atau rasa tertekan pada rektum ketika buang air besar
    • Apabila tuba fallopi robek, maka terjadi pendarahan hebat yang bisa membuat hilangnya kesadaran.

Jika gejala-gejala tersebut Anda alami, segera menemui dokter untuk mendapat penanganan yang tepat, karena kehamilan ektopik memerlukan penanganan darurat.

Diagnosis Kehamilan Ektopik
Dokter akan menanyakan kondisi kesehatan Anda secara umum, dan akan dilakukan pemeriksaan fisik pada rongga panggul. Dokter juga akan melakukan USG ataupun tes darah, karena kehamilan ektopik tidak bisa dipastikan melalui pemeriksaan fisik saja.

Dengan USG transvaginal, kehamilan ektopik bisa dipastikan dengan akurat. USG transvaginal akan menunjukkan lokasi kehamilan ektopik dan juga detak jantung janin.

Ketika awal kehamilan, terutama 5-6 minggu pertama setelah konsepsi, kehamilan mungkin belum bisa dideteksi oleh USG. Ketika ini, dokter akan merekomendasikan untuk tes darah guna mengidentifikasi kehamilan ektopik.

Tes darah ini untuk mendeteksi keberadaan hormon hCG (Human chorionic gonadotropin) atau hormon yang diproduksi di plasenta ketika awal masa kehamilan. Biasanya kehamilan ektopik terlihat dari kadar hormon hCG yang lebih rendah dari kehamilan biasanya.

Penanganan dan Pencegahan Kehamilan Ektopik
Sel telur yang sudah dibuahi tidak akan bisa tumbuh normal jika berada di luar rahim. Itulah kenapa jaringan ektopik perlu diangkat untuk menghindari komplikasi yang bisa berbahaya.

Wanita yang memiliki indikasi mengalami kehamilan ektopik, harus segera mendapat penanganan secepatnya. Jika terdeteksi dini tanpa janin yang berkembang normal di rahim biasanya akan ditangani dengan suntikan methotrexate. Obat ini berguna untuk menghentikan dan menghancurkan sel-sel yang telah terbentuk.

Setelah disuntikkan, dokter akan memantau kadar hCG pasien. Jika tetap tinggi, biasanya mengindikasikan bahwa pasien membutuhkan suntikan lagi. Efek samping yang bisa terjadi adalah mual dan juga muntah. Selain itu bisa juga muncul sakit perut setelah 3-7 hari.

Operasi juga bisa menjadi cara menangani kehamilan ektopik. Operasi biasanya akan dilakukan melalui operasi lubang kunci atau laparoskopi. Jika memungkinkan, tuba fallopi yang ditumbuhi jaringan ektopik juga akan diperbaiki.

Umumnya kehamilan ektopik tidak bisa dicegah. Agar terhindar, jauhi faktor resikonya. Anda juga bisa menjalani tes darah ataupun USG untuk mendeteksi ataupun memantau kehamilan, terutama bagi Anda yang sudah pernah mengalami kehamilan ektopik.

Komplikasi Kehamilan Ektopik

Jika diagnosis tidak tepat dan penanganan yang dilakukan sudah terlambat, bisa memicu terjadinya pendarahan dan juga kematian karena robeknya tuba fallopi atau rohim. Jika sudah terjadi kompliasi tersebut, pasien harus melakukan operasi darurat dengan bedah terbuka.

Kemungkinan tuba fallopi bisa diperbaiki memang ada, namun umumnya harus diangkat. Operasi juga memiliki resiko tersendiri. Komplikasi yang bisa terjadi seperti pendarahan, infeksi, dan juga rusaknya organ-organ sekitar bagian yang dioperasi.

 

Gejala, Penyebab dan Cara Pengobatan Endometriosis

Gejala, Penyebab dan Cara Pengobatan Endometriosis

Endometriosis merupakan penyakit sistem reproduksi wanita dimana jaringan lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rahim.

Penderita endometriosis, jaringan endometrium tersebut mengalami proses penebalan dan luruh seperti siklus menstruasi. Tetapi darah tersebut akan mengendap dan tidak bisa keluar karena berada di luar rahim. Endapan ini akan menyebabkan iritasi jaringan di sekitar, dan terbentuk jaringan parut atau bekas iritasi.

Gejala Endometriosis
Penyakit endometriosis umumnya bukan tergolong penyakit mematikan. Tapi bisa menyebabkan gejala yang dapat mengganggu keseharian penderitanya.

Gejala endometriosis biasanya yaitu sakit luar biasa d perut bagian bawah dan juga sekitar pinggul. Rasa sakit ini akan semakin parah ketika sebelum dan juga selama siklus menstruasi.

Tapi ada juga yang rasa sakitnya terjadi sepanjang waktu. Ketika berhubungan seks dan setelahnya, rasa sakit juga kerap muncul. Ataupun ketika buang air kecil dan besar.

Selain rasa sakit, biasanya penderita akan merasa gejala lain seperti perut kembung, terdapat darah pada feses atau urine, volume darah yang berlebihan ketika menstruasi, dan pendarahan di luar siklus menstruasi. Diare, konstipasi, kelelahan dan mual ketika dalam periode menstruasi juga bisa dialami penderita endometriosis.

Gejala ini umumnya akan berbeda-beda tergantung pada letak tumbuhnya jaringan endometriosis tersebut, seperti pada ovarium, vagina, usus, dinding luar rahim, kandung kemih ataupun di paru-paru.

Apakah yang Menjadi nPenyebab Endometriosis?
• Aliran menstruasi yang berbalik arah atau retrogade menstruation. Terjadi ketika darah menstruasi banyak mengandung sel endometrium yang mengalir naik ke tuba fallopi lalu masuk ke rongga perut.

• Gangguan sistem kekebalan tubuh. Ketika terjadi gangguan, maka sistem kekebalan tubuh tidak bisa melenyapkan sel-sel endometrium yang tumbuh di luar rahim.

• Perpindahan sel endometrium ke bagian lain. Biasanya terjadi melalui darah atau sistem limfatik tubuh.

Beberapa faktor resiko berikut ini juga bisa menyebabkan tingginya kemungkinan terjadinya endometriosis, yaitu seperti faktor keturunan, belum pernah melahirkan, terdapat keabnormalan di rahim, mengidap kondisi yang bisa menghalangi jalur darah menstruasi, konsumsi alkohol, mengalami menstruasi di usia lebih muda dari batas normalnya, siklus menstruasi singkat, dan mengalami menopause di usia yang lebih tua dari batas normalnya.

Begini Pengobatan Endometriosis
Pengobatan pada endometriosis dilakukan dengan tujuan mengurangi gejala, memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium, meningkatkan kesuburan dan juga mencegah endometriosis kambuh.

1. Menangani Rasa Sakit Karena Endometriosis
• Obat Pereda Rasa Sakit
Rasa sakit ketika menstruasi menjadi gejala utama dari endometriosis. Hal ini bisa diatasi dengan obat pereda rasa sakit jenis anti inflamasi non steroid (OAINS), misalnya ibuprofen atau naproxen.

• Terapi Hormon
Untuk mengurangi gejala endometriosis bisa dengan terapi hormon. Hal ini berguna untuk menghambat produksi hormon estrogen di tubuh. Proses ini akan membuat terhambatnya pertumbuhan sel endometriosis. Terapi hormon bisa dilakukan dengan cara seperti hormon kontrasepsi, terapi progestin, analog hormon pelepas gonadotropin, danazol, dan antiprogesteron.

2. Pengangkatan Melalui Operasi
Prosedur ini dilakukan jika terapi hormon memang tidak efektif untuk penderita endometriosis. Operasi dilakukan untuk mengangkat jaringan endometriosis dan jaringan parut.

Apabila Anda ingin memiliki anak, biasanya dokter akan menyarankan mengangkat jaringan endometriosis melalui jalan laparoskopi ataupun operasi sayatan besar jika banyak jaringan yang harus diangkat. Kedua operasi ini bisa mengurangi rasa sakit dan juga meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan.

Bila Anda tidak ingin lagi memiliki anak, Anda bisa memilih melakukan operasi pengangkatan seluruh rahim.

Biasanya serviks dan ovarium juga akan diangkat. Pengangkatan ovarium ini dilakukan untuk menghindari ovarium memproduksi estrogen yang bisa merangsang timbulnya endometriosis. Namun, operasi ini akan membuat kemungkinan memiliki anak menjadi hilang.

cegah batu ginjal

Cegah Penyakit Batu Ginjal Dengan Cara Berikut Ini

Nefrolitiasis atau lebih dikenal dengan penyakit batu ginjal merupakan kondisi ketika material keras yang mirip dengan batu terbentuk di dalam ginjal. Material keras tersebut berasal dari endapan zat-zat limbah dalam darah yang disaring oleh ginjal.

Sebagian besar kasus nefrolitiasis atau batu ginjal dialami oleh orang-oang yang berusia antara 30 hingga 60 tahun. Namun diperkirakan 15% pria dan 10% wanita pernah mengalami kejadian nefrolitiasis dalam hidupnya.

Makanan atau masalah kesehatan lain merupakan penyebab terjadinya endapan di dalam ginjal, dan menurut penelitian, terdapat empat jenis batu ginjal yaitu, batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.

Apakah penyebab terjadinya penyakit batu ginjal?
Jika batu ginjal berukuran sangat kecil dan dapat keluar dari tubuh secara alami melalui saluran ureter dengan mudah, biasanya tidak akan dapat dirasakan oleh si penderita. Sebaliknya jika batu ginjal yang dikeluarkan berukuran besar serta berdiameter yang melebihi saluran ureter, akan menyebabkan terjadinya iritasi dan luka.

Jika hal ini sampai terjadi, maka ketika buang air kecil, urine yang dikeluarkan akan mengandung darah. Selain itu, batu ginjal ternyata dapat tersangkut pada ureter bagian dalam atau uretra yakni saluran akhir pembuangan urine yang dapat menyebabkan terjadinya akumulasi bakteri serta pembengkakan. Hal ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri pada bagian pinggang, perut bagian bawah dan samping serta selangkangan, dan merasakan mual akibat dari gesekan antara batu dengan ureter.

Adapun gejala yang pada umumnya dirasakan saat penderita mengalami infekis pada organ ginjalnya, antara lain yaitu urine nampak keruh dan berbau tidak sedap, lemas, menggigil dan demam tinggi.
|
Kementrian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) pada tahun 2013 mengeluarkan data yang memperkirakan bahwa pravelansi penderita yang telah terdiagnosa penyakit batu ginjal berumur di atas 15 tahun sebesar 0,6% dari total penduduk Indonesia. Adapun lima provinsi yang paling tinggi tingkat permasalahan penyakit ini yaitu DI Yogyakarta, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah.

Lalu bagaimana cara mengobati penyakit batu ginjal?
Cara mengobati penyakit batu ginjal dapat dilakukan tergantung dari ukuran batu tersebut. jika batu ginjal berukuran kecil dan mampu untuk melewati saluran kemih, biasanya dokter akan menyarankan pasien untuk banyak minum air putih dengan takaran yang disarankan oleh dokter.

Diharapkan dengan adanya aliran air secara terus menerus akan mendorong batu ginjal keluar dengan sendirinya. Akan tetapi apabila gejala yang dirasakan cukup mengganggu, pada umumnya dokter akan membuat resep obat pereda sakit seperti acetaminophen, ibuprofen atau obat anti radang non steroid.

Sedangkan untuk penanganan batu ginjal dengan menggunakan prosedur khusus seperti energi laser, ultrasound, atau operasi, pada umumnya akan diterapkan apabila batu ginjal telah berukuran besar sehingga menyumbat saluran kemih pasien.

Bagaimanakah cara mencegah penyakit batu ginjal?
Untuk mencegah terjadinya penyakit batu ginjal, ada cara yang cukup sederhana yang dapat Anda lakukan, yaiut cukup minum air putih setiap harinya serta membatasi mengkonsumsi makanan, minuman, atau suplemen yang di dalamnya terkandung zat-zat yang dapat memicu terjadinya batu ginjal seperti zat oksalat, suplemen kalsium, dan protein hewani.

Selain itu, cara mencegah terjadinya penyakit batu ginjal adalah dengan mengkonsumsi obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter. Umumnya langkah ini dilakukan untuk mencegah kambuh bagi pasien yang sebelumnya menderita penyakit batu ginjal.

Itulah informasi mengenai penyakit batu ginjal. Apabila Anda ingin mendapatkan informasi mengenai batu ginjal secara lebih lengkap, Anda dapat berkonsultasi online kepada dokter kami dengan mengklik tombol konsultasi di bawah ini.

makan nasi membuat diabetes

Kebanyakan Makan Nasi Membuat Diabetes, Mitos Atau Fakta?

 

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi bukan mendengar kebanyakan makan nasi membuat diabetes? Namun apakah hal tersebut hanya mitos atau fakta? Jika Anda penasaran maka simak terus artikel ini sampai tuntas.

Saat ini nasi merupakan salah satu makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi orang Indonesia, bahkan banyak masyarakat yang mengatakan belum makan kalau belum makan nasi. Namun sayangnya ada mitos yang mengatakan banyak makan nasi bisa menimbulkan diabetes.

Perlu Anda ketahui juga bahwa diabetes ataupun penyakit gula adalah penyakit metabolik di mana seseorang memiliki glukosa darah tinggi (gula darah), baik karena produksi insulin tidak memadai, atau karena sel-sel tubuh tidak merespon dengan baik terhadap insulin, atau keduanya.

Kebanyakan Makan Nasi Membuat Diabetes, Mitos Atau Fakta?

Ya, ternyata kebanyakan makan nasi membuat diabetes adalah sebuah fakta dan bukan mitos, menurut sebuah studi oleh para peneliti Harvard menunjukkan bahwa makan nasi putih berlebihan bisa membuat perbedaan.

Karena kebanyakan mengkonsumsi nasi putih yang merupakan makanan pokok orang Asia dapat meningkatkan risiko seseorang terserang diabetes tipe 2 sebesar 10%, menurut sebuah penelitian yang menganalisis hasil empat penelitian yang melibatkan 352.384 peserta dari 4 negara.

Negara tersebut adalah China, Jepang, AS dan Australia. Mereka yang mengkonsumsi jumlah tertinggi nasi putih memiliki risiko 27% lebih tinggi untuk mengidap diabetes dibandingkan dengan seseorang yang mengkonsumsi sedikit nasi, dan risiko paling menonjol pada orang Asia. Studi diikuti dari usia 4-22 tahun dan awalnya semua peserta bebas dari diabetes.

“Nasi putih juga tidak memiliki nutrisi seperti serat dan magnesium,” kata penulis studi Qi Sun, seorang profesor kedokteran di Harvard School of Public Health di Boston.

“Orang-orang dengan konsumsi nasi putih tinggi kekurangan nutrisi bermanfaat dan jika Anda mengkonsumsi beras merah sebagai gantinya Anda akan mendapatkan nutrisi”

Mengapa Makan Nasi Menyebabkan Diabetes?
makan nasi membuat diabetes

Mengapa nasi putih dapat berdampak risiko diabetes tidak jelas, tetapi mungkin harus melakukan dengan mengetes skor tinggi makanan pada indeks glikemik (GI) yaitu pengukuran bagaimana makanan mempengaruhi kadar gula darah yang berarti bahwa hal ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

Selain itu seseorang yang mengonsumsi nasi terlalu banyak akan mengalami lonjakan gula darah. Dalam jangka waktu lama, sehingga hal ini dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin yang memicu diabetes.

Itulah tadi berbagai macam pembahasan mengenai makan nasi membuat diabetes yang ternyata adalah fakta, dan ada baiknya mulai dari sekarang Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi nasi dengan porsi yang cukup agar terhindar dari diabetes.

Selain itu usahakan untuk tetap selalu menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari diabetes yaitu dengan cara menerapkan pola hidup sehat, yaitu dengan berolahraga secara rutin, menghentikan konsumsi alkohol, berhenti merokok, cukup istirahat dan hindari stres.